A. Pengertian keberbakatan menurut
beberapa ahli
1. Renzulli
(Davis and Rimm, 1989) menegaskan bahwa untuk mendefinisikan anak berbakat
harus :
(1) didasarkan atas riset tentang
karakteristik individu berbakat,
(2) memberikan bimbingan dalam proses
identifikasi,
(3) memberikan arah dan berkaitan secara
logik dengan pemrograman praktek, dan
(4) mampu menggerakkan penelitian yang
akan menguji validitas definisi. Karena itu tidak ada definisi yang berdasarkan
teori dapat diterima secara universal.
2. Lima
Kategori Keberbakatan (Giftedness): Stankowski
(a) Definisi after-the-fact menekankan
keunggulan dalam salah satu profesi sebagai kriteria keberbakatan. Gifted
adalah individu yang secara konsisten berprestasi unggul dalam suatu bidang
aktivitas kemanusiaan yang sangat berharga.
(b) Definisi IQ menentukan keberbakatan
berdasarkan skala IQ, misalnya anak yang ber-IQ:140.
(c) Definisi presentase menentukan
keberbakatan berdasarkan proporsi yang pasi dalam sekolah. Bisa didasarkan skor
tes intelligensi, IPK, Nilai bidang studi, terutama bidang studi Matematika dan
Sains. Misalnya, 1-5 % dari populasi sekolah.
(d) Definisi talent menfokuskan siswa
yang luar biasa dalam bidang seni, musik, matematika, sains, atau olahraga, dan
atau lainnya.
(e) Definisi kreativitas menekankan
pentingnya kemampuan kreatif yang superior sebagai kriteria utama dalam
keberbakatan. General Giftedness vs. Specific Talent Gifted digunakan untuk
menjelaskan orang yang berinteligensi tinggi, berbakat intelektual –“gifted”,
dan talented untuk menunjukkan orang yang memiliki keterampilan dan kemampuan
superior – “talents”. Atau dapat disebut “general gifts” atau “specific
talents”.
3. Cohn’s(1981)
model membedakan tiga domain keberbakatan, yaitu keberbakatan intelektual,
artistik, dan sosial.
4. F.
Gagne (1985) menunjukkan bahwa gifts vs. talents seharusnya merefleksikan 4
perbedaan psikologis antara kemampuan (ability) vs. kinerja (performance).
Orang gifted adalah orang yang berada dia tas rata-rata secara distinktif di
bidang intelektual, kreatif, sosio-emosional, sensomotorik, dan kemampuan umum
lainnya. Implikasi kemampuan Model Gane, bahwa seorang underachiever dapat
diklasifikasi sebagai gifted dikaitkan kemampuannya (ability), dan bukan
prestasi kinerjanya (talented).
5. Definisi
United States of Office of Education (Marland, 1972), definisi gifted and
talented: Gifted and talented children
are those identified by professionally qualified persons who, by virtue of
out-of-standing abilities, are capable of high performance. These are children
who require differentiated educational programs and/or service beyond those
normally provided by the regular school program in order to realize
contribution to self and society. The abilities, either potential or
demonstrated, to be included are general intellectual ability, specific
academic aptitude, creative or productive thinking, leadership ability, ability
in visual and performing arts, and psychomotor ability.
6. Joseph S. Renzulli (1979) merumuskan definisi
sebagai berikut: “Giftedness consists of
an interaction among three basic clusters of human traits – three clusters
being above average abilities, high levels of task commitment, and high levels
of creativity. Gifted and talented children are those processing or capable of
developing this composite set of traits and applying them to any potential
valuable area of human performance. Children who manifest, or who are capable
of developing, an interaction among the three 5 clusters require a wide variety
of educational opportunities and services that are not ordinarily provided
through regular instructional programs.”
B. Ciri-ciri anak berbakat
1.
Menurut R.A Martison
dalam bukunya “The Identification of the Gifted and Talented (1974)”
anak berbakat memiliki ciri :
a)
Membaca pada usia yang
relatif lebih muda
b)
Membaca lebih cepat dan
lebih banyak
c)
Memiliki perbendaharaan
kata yang luas
d)
Mempunyai rasa ingin
tahu yang luas
e)
Mempunyai minat yang
luas, juga pada persoalan “dewasa”
f)
Mempunyai inisiatif,
dapat bekerja sendiri
g)
Menunjukkan keaslian
dalam ungkapan verbal
h)
Member berbagai jawaban
yang baik
i)
Bisa memberikan banyak
gagasan
j)
Luwes dalam berpikir
k)
Terbuka pada rangsangan
dari lingkungan
l)
Memiliki pengamatan yang
tajam
m)
Bisa memberikan
pengamatan yang tajam
n)
Bisa berkonsentrasi
untuk jangka waktu panjang, terutama pada bidang yang diminati
o)
Berpikir kritis
p)
Senang mencoba hal-hal
baru
q)
Mempunyai daya
abstraksi, konseptualisasi, dan sintesis yang tinggi
r)
Senang terhadap kegiatan
intelektual dalam pemecahan masalah
s)
Cepat menagkap hubungan
sebab-akibat
t)
Berperilaku terarah pada
tujuan
u)
Mempumyai daya imajinasi
yang kuat
v)
Mempunyai banyak
kegemaran (hobi)
w)
Memiliki daya ingat yang
kuat
x)
Tidak cepat puas dengan
prestasinya
y)
Sensitif dan menggunakan
intuisi
z)
Menginginkan kebebasan
dalam gerakan dan tindakan
2.
Berdasarkan kuisioner
ciri-ciri anak berbakat (Munandar, 1982; Munandar, 1987) :
a)
Berdasar dimensi ciri
intelektual :
* Mudah menangkap
pelajaran
* Ingatan baik
* Perbendaharaan
kata luas
* Penalaran tajam
(memahami hubungan causal ) \
* Daya konsentrasi
baik
* Menguasai banyak
bahan dari macam-macam topik
* Senang dan sering
membaca
* Ungkapan diri
lancar dan luas
* Pengamatan cermat
* Senang
mempelajari kamus, peta, ensiklopedi
* Cepat memecahkan
soal
* Cepat menemukan
kesalahan dan kekeliruan
* Cepat menemukan
asas dalam suatu uraian
* Mampu membaca
pada usia lebih muda
* Daya abstraksi
tinggi
* Selalu sibuk
menangani berbagai hal
b)
Berdasar dimensi ciri
kreatifitas :
· Dorongan
rasa ingin tahu yang besar
· Sering
mengajukan pertanyaan yang baik
· Memberikan
banyak gagasan dan usulan terhadap masalah
· Bebas dalam
menyatakan pendapat
· Mempunyai
rasa keindahan
· Menonjol
dalam salah satu bidang seni
· Mempunyai
pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, dan tidak mudah terpengaruh oleh
orang lain
· Rasa humor
tinggi
· Daya
imajinasi baik
· Keaslian
tinggi (dalam memecahkan menggunakan cara orisinil yang jarang diperlihatkan
orang lain)
· Dapat
bekerja sendiri
· Senang mencoba
hal baru
· Berkemampuan
mengembangkan dan merinci gagasan
c)
Berdasar dimensi
motivasi :
§ Tekun mnghadapi tugas
§ Ulet dalam menghadapi kesulitan
§ Ingin mendalami bahan yang
diberikan
§ Selalu berusaha berprestasi sebaik
mungkin
§ Menunjukkan minat terhadap macam-
macam masalah “orang dewasa “
§ Senang dan rajin belajar, penuh
semangat, cepat bosan dengan tugas-tugas rutin
§ Dapat mempertahankan
pendapat-pendapatnya
§ Mengejar tujuan jangka panjanng
§ Senang mencari dan memecahkan
soal-soal
C. Konsep bakat Renzulli
Konsep Renzulli disebut dengan the three rings conception, yaitu
anak berbakat memenuhi tiga kriteria yakni memiliki kemampuan di atas
rata-rata, komitmen terhadap tugas dan kreativitas (Reni, Hawadi: 2002).
1. Kemampuan baik di atas
rata-rata
Kemampuan di atas rata-rata mencakup dua hal, yaitu kemampuan
umum dan kemampuan khusus. Kemampuan umum terdiri dari kapasitas untuk
memproses informasi, mengintegrasikan pengalaman, respon yang cocok, dan
adaptif terhadap situasi baru. Contohnya, kemampuan logika dan hitungan,
spatial, daya ingat, dan kelancaran kata. Kemampuan ini diukur dengan tes
intelegensi.
Kemampuan spesifik pada bidang tertentu seperti matematika dan
kimia mempunyai hubungan yang kuat dengan kemampuan umum sehingga potensi dalam
bidang ini dapat ditentukan melalui tes intelegensi dan tes bakat.
2. Tanggung jawab terhadap
tugas
Konsisten terhadap tugas dapat ditemukan pada orang yang
tergolong kreatif produktif yang memiliki rasa tanggung jawab, suatu bentuk halus
dari motivasi. Motivasi biasanya didefinisikan sebagai suatu proses energi umum
yang merupakan faktor pemicu pada organisme, tanggung jawab tersebut
ditampilkan pada tugas tertentu yang spesifik.
3. Kreativitas
Nicholes (dalam Reni, Hawadi:2002), mendeteksi keberbakatan
dapat dilakukan dengan cara menganalisis produk kreatif untuk melihat dan
meramalkan potensi kreativitas subjek.
D.
Pendidikan berdiferensiasi untuk anak berbakat
1.
Kurikulum
berdiferensiasi
Untuk melayani
kebutuhan pendidikan anak berbakat perlu di usahakan pendidikan yang
berdiferensiasi, ya itu yang memberi pengalaman pendidikan yang di sesuaikan
dengan minat dan kemampuan intelektual, siswa (Ward, 1980)
Bagai
mn kurikulum dapat dideferensiasi untuk siswa berbakat ?
- Materi
(konten) yang di percepat atau yang lebih maju
- Pemahaman
yang lebih majemuk dari generalisasi , asas, teori, dan struktur dari bidang
materi
- Bekerja
dengan konsepdan proses pemikiran yang abstrak
- Tingkat
dan jenis sumber yang di guakan untuk memperoleh informasi dan keterampilan
- Waktu
belajar untuk tugas rutin dapat di percepat, dan waktu untuk mendalamisuatu
topik atau bidang dapat lebih lama
- Mencipta
informasi dan/atau produk baru
- Memindahkan
pembelajaran ke bidang bidang lain yang lebih menantang
- Pengembangan
diri pertumbuhan pribadi dalam sikap, perasaan, dan apresiasi.
- Kemandirian
dalam berfikir dan belajar.
2. Modifikasi kurikulum
Maker
(1982) menekankan bahwa kurikulum anak berbakat memerlukan modifikasi dalam
empat bidang yaitu materi (konten)) yang di berikan, proses atau metode
pembelajaran, produk yang di harapkan dari siswa , dan lingkungan belajar.
1) Modifikasi konten kurikum
Untuk
menunjang kemajuan siswa di perlukan modikasi kurikulum. Guru dapat
merencanakan untuk menyiapkan materi yang lebih kompleks, menyiapkan bahan yang
leih canggih, atau mencari penempatan alternatif bagi siswa.
2) Modifikasi
proses/metode pembelajaran
Program yang memungkinkan
guru untuk membuat modifikasi proses tampa mengganggu kelancaan pembelajaran di
dalam kelas ialah program yang menggunakan tehnik pertanyaan soal tingkat
tinggi, simulasi, membuat kontrak belajar, emnggunakan mentor, buku buku yang
sesuai dengan untuk siswa berbakat, dan pemecahan masalah masa depan.
3) Modifikasi
produk belajar
Produk
beaja siswa merupakan bidang lain yang dideferensiasikan untuk siswa berbakat
di dalam kelas .keterampilan menampilkan produk divergen perlu di kembangkan
padasemua siswa.
4) Memilih
modifikasi yang sesuai
Parke
(1989) memberi garis pedoman untuk memudahkan transisi dari cara-cara
pembelajaran yang lama ke yang baru, yakni :
A. Memulai
dengan membatasi pada salah satu bidang studi atau salah satu kelompok siswa
yang minat atau kemampuannya setara.
B. Buatlah
bagan untuk mendaftar program yang hendak di selenggarakan dan modifikasi
kurikuler yan dapat di gunakan untuk masing masing program.
C. Pikirkan
gaya mengajar.
D. Pertimbangkan
sumber sumber yang yang tersedia, bahan yag sudah ada di dalam kelas, orang
orang yang dapat membantu, baik di sekolah
maupun di dalam masyarakat.
E. Setiap
program alternatif yang di mulai harus di beri kesempatan uantuk berkembang.
5) Modififkasi
lingkungan belajar
Untuk
membuat modifikasi dari lingkungan kelas tradisional yang berpusat pada
guru kelingkungan yang berpusat pada siswa , di perlukan modifikasi
lingkungan yang berpusat ada siswa memiliki ciri- ciri sebagai berikut (Oarke,
1989)
a. Siswa
menjadi mitra dalam membuat keputusan tentang kurikulum.
b. Pola
duduk yang memudahkan belajar
c. Kegiatan
dan kesibukan di dalam kelas
d. Rencana
belajar yang di individualkan
e. Keputusan
di buat oleh siswa dan siswa juga mungkin.
6) Rencana
kurikuler
Banyak
cara yang dapat di lakukan dalam menyususn rencana kurikuler yang memungkinkan
semua siswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengna kemampuan dan kebutuhan
mreka. Konten dapat di percepat, di padatkan, di perkaya dan di perluas, proses
dapat di berakhir terbuka, berdasarkan penemuan, berpusat pada guru, atau
berpusat pada siswa; produk yang konversional, tidak konvensional, dari
kehidupan nyata sederhana atau majemuk.
7) Makna
dari kurikulum berdiferensiasi
Dengan
mendiferensiasi siswa dapat memperoleh pembelajaran yang bermakna.
3.
Ilmu pengetahuan
alam untuk siswa berbakat.
Kebanyakan
anak berbakat menyukai pelajaran sains (IPA), karen amerpakan tantangan untuk
kemilitan mereka. Siswa berbakat kebanyanyakan tertarik kepada peralatan
laboratorim.
1) Karakteristik
siswa berbakat sains
Kemelitian
khusus dan pertahanan, kesiagaan dalam mendeteksi ketidakajengan
(inkonsistensi), dan prakarsa ; visualisasi spesial, kemampuan manipulatif, dan
kemampuan untuk mengkomunikasikan; keuletan dan sikap mempertanyakan.(dikutif
Sisk 1987)
2) Guru
sebagai Fasilitator dalam sains
Selling
dan Birch (1980) mengemukakan empat peran khusus dari guru yang yang
mengajar sains kepada siswa berbakat sebagai model, pendidikan nilai,
pembangkit minat, dan sebagai penilai ponsional.
Salah
satu peran ensensial dari guru sebagai fasilitatir dalam sains adalah pembinaan
dirir dalam sains ( indipendent study). Langkah langkah yang perlu di
perhatikan adalah sebagai berikut ( dimodifikasi dari Rezulli oleh sisk, 1987)
:
a. Mengases
minat siswa
b. Memperkenalkan
kepada siswa sebagai bidang minat
c. Melakukan
wawancara pribadi terhadap siswa
d. Mengembangkan
rencana tertulis
e. Menentukan
arah dan waktu dengan siswa berbakat
f. Membantu
siswa dalam mencari macam-macam sumber
g. Melakukan
sumbang saran terhadap produk akhir
h. Memberikan
bantuan dalam metodologi yang perlu
i. Membantu
siswa berbakat dalam menentukan pendengar untuk prestasi siswa
j. Menilai
hasil studi bersama siswa berbakat dan mempertimbangkan bidang baru untuk di
teliti.
3) Saran-
saran Pembelajaran sains (IPA)
Dalam
suatu loka karya mengenai pendidikan siswa berbakat guru-guru mengidentifikasi
keterampilan dan kegiatan yang perlu di lakukan oleh siswa berbakat sains (sisk
1987) yaitu :
a. Melalui membaca atau menafsir tertulis ilmia
membangun latar belakang informasi ilmia
b. Menemukan sumber untuk memperoleh informasi
ilmia
c. Melakukan eksperimen untuk menguji gagasan
dan infotensi
d. Menguasai dan menggunakan teknikdan alat
ilmia
e. Menyeleksaikan data yang berkaitan dengan
maslah yang di teliti.
f. Menarik kesimpulan dan prediksi yang absah
dari data
g. Mengenal dan menilai asumsi yang melandasi
tehnik dan proses yang i gunakan dalam memecahkan masalah
h. Menggunakan dan menerapkan ilmu untuk
perubahan sosial.
i. Merumuskan hubungan dengan gagasan baru dari
fakta dan konsep yang di ketahui.
4.
Matematika untuk
siswa berbakat
Sisk
(1987) menekankan bahwa hanya sedikit mata pelajaran yang di ajarkan
dengan cara yang begitu kaku berdasarkan
buku teks, tanpa imajinasi, terutama pada tingkat dasar.
Stanley
(1984) mengemukakan bahwa siswa kelas enam seklah dasar mampu menunjukkan
kinerja matematika pada tingkat universitas.
1) Karakteristik
siswa berbakat matematika.
Greenes
( dikutip Sis,1987) menekankan enam karakteristik siswa berbakat matematika,
yaitu
1. Fleksebilitas
dalam mengelola data
2. Kemampuan
luar biasa
3. Ketangkasan
mental
4. Penaksiran
yang orisinal
5. Kemampuan
luar biasa untuk mengalihkan gagasan
6. Kemampuan
yang luar biasa untuk generelisasi
Greenes
juga menyatakan bahwa siswa berbakat matematika juga lebih menyukai komunikasi
lisan dari pada tulisan karena cepat.
2) Guru
sebagai fasilitator matematika
Borenson (1983) mengusulkan
bahwa guru sebagai fasilitator matematika mengelompokkan siswa sehingga
merekadapat berbagi ide, menerima jawaban semua siswa, dan menumbuhkan iklim
bagi semua yang di dengarkan.
3) Saran-saran
pembelajaran matematika
Wheatly
(1983) menyarangkan pelajaran matematika untuk siswa berbakat sekolah
dasar meliputi sepuluh bagian dengan presentase alokasi waktu.
Fox
(1981) menyarangkan 6 strategi untuk mendororng siswa perempuan di sekolah,
yaitu :
ü Identifikasi
dirir dari anak perempuan berbakat
ü Memberi
konselin kepada orang tua
ü Mengeindividualkan
pembelajaran
ü Mengurangi
pensterotipan pembelajaran
ü Memberi
pendidikan karier dan model peran
5. Pengajaran bahasa untuk anak berbakat
Anak
berbakat intelektual dapat di emukenali dari perkembangan bahasa yang cepat,
membaca pada usia dini, cepat mengingat kata-kata, dan pembendaharaan kata yang
luas melebihi kelompok sebayanya.
1) Karakteristik
siswa berbakat bahasa
Johson
(1984) mendaftar karakteristik anak usia persekolahan yang berbakat, yang dapat
di gunakan untuk mengedentifikasi keberbakatan dalam seni bahasa yaitu :
ü Mempunyai
ingatan yang luar biasa
ü Belajar
membaca sendiri pada usia dini
ü Mendeklamasikan
luar kepala
ü Mempunyai
pembendaharaan yang luas
ü Dapat
memecahkan masalah dengan cara yang mejemuk
ü Mempunyai
jangka perhatian yang luas
ü Mempunyai
rasa humor seperti orang dewasa
ü Memberikan
pendapatnya, apakah di minta atau tidak
ü Bicara
terus menerus
ü Terus
mengajukan pertanyaan
ü Memahami
buku, film, dan diskusi pada tingkat tinggi yang di ungkapkan, serta
ü Mengajukan
beberapa pemechan masalah untuk maslah yang sama
2) Guru
sebagai fasilitator bahasa
Peran
guru bahasa di rumuskan oleh sellin dan brich (1980 ) sebagai berikut
a) Memaksimalkan
ciri-ciri kunci bahasa
b) Membantu
siswa memahami bahasa sebagai alat komunikasi dan
c) Membantu
siswa dalam memadukan keterampulan sastra dalam dimensi konten di sekolah dan
terhadap pengalaman hidup.
Kaplan
(dikutip sisk, 1987 ) mengemukakan tiga unsur yagn penting dalam peranana guru
siswa yang berkat bahasa, yaitu exposure, analisis dan ungkapan.
3) Saran
saran utnuk pembelajaran bahasa
Saran
– saran untuk program sekolah dasar meliputi ( sisk, 1987 )
ü Memudahkan
dan membaca dan menulis
ü Memberikan
bahan membaca yang beragam bagi setiap siswa
ü Membantu
siswa berbakat menjadi pembaca yang efektif dan menyukainya
ü Menentukan
kebutuhan pembelajaran dari individual dan kelompok
ü Memberikan
kesempatan untuk mendengarkan dan berbicara
ü Mendorong
membaca kritis dan membaca kreatif
ü Melibatkan
siswa berbakat dalam pemecahan masalah
6. Ilmu pengetahuan sosial untuk anak berbakat
Ilmu
pengetahuan sosial (IPS) memeberi banyak kemungkinan pengayaan bagi siswa
berbakat. IPS lebih dari subyek lainnya, memeberi siswa berbakat kesematan
untuk menangani dunia nyata , maslah yang berakar si masa lalu, dapat di
tetapkan langsung pada masa kini, dan mengandung implikasi untuk masa depan.
1) Karakteristik
siswa anak berbakat dalam IPS
Untuk
mengenali siswa berbakat dalam
IPS , guru dapat mengenali karakteristik siswa sebagai berikut ( Plowman 19980)
1) Konseptualnya
lebih maju dari umurnya
2) Memiliki
gudang pengetahuan yang lebih maju atau sangat spesifik
3) Menyukai
tugas yang yang sulit atau majemuk
4) Menentukan
standar tinggi untuk proyek mandiri
5) Oleh
teman kelas di lihat sebagai sumber pengetahuan
dan gagasan baru
6) Oleh
teman kelas di lihat sebagai pengelola kelompok
7) Melihat
humor dalam hubungan antarmanusia dan dapat teratawa mengenai diri sendiri
8) Dapat
menciptakan atau menulis cerita imajitatif
9) Mempunyai
minat luas/ sagat terfokus
10) Melihat
hubungan yang tidak di lihat orang lain
11) Menyerap
pengetahuan dengan mudah dan cepat
12) Merupakan
pembaca yang intensif,eksentif, dan maju ( dua tingkat di atas kelasnya)
13) Menggunakan
mekanisme kelangsungan diri sebagai berfantasi jika merasa bosan.
2) Guru
sebagai fasilitator dalam IPS
Menurut Gold ( 1982) bagi
anak berbakat dalam IPS penting untuk memiliki kemmpuan menangani maslah atau
materi yang sengsitif atau
punsioanal. Guru hendaknya berperan sebagai model, yang menunjukkan minat yang
sunggu – sungguh terhadap bidangnya.
3) Saran
– saran untuk pembelajaran IPS
Gold
( 1972 ) mendapat tema dasar untuk IPS sebagai berikut :
a. Menggunakan
sumber daya alam secara bijak
b. Memahami
dan mengakui saling ketergantungan global
c. Mengakui
harkat dan martabat individu
d. Menggunakan
kecerdasan untuk memperbaiki kehidupan manusia
e. Menggunakan
kesempatan pendidikan secara demokrasi dan intelegen
f. Meningkatkan
keaktivan keluarga sebagai lembaga sosial dasar
g. Mengembangkan
nilai moral dan spiritual secara efektif
h. Membagi
kekuasaan secara intelegen dan bertanggung jawab untuk mencapai keadilan
i. Bekerja
sama untuk mencapai kedamain dan kesejahtraan.
j. Mencapai keseimbangan antara
stabilitas dan perubahan sosial.
E. Jurnal
penelitian tentang keberbakatan
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=19721&val=1238
referensi :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Rochmat%20Wahab,%20M.Pd.,MA.%20Dr.%20,%20Prof.%20/Materi-1%20Nature%20of%20Giftedness.pdf
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=19721&val=1238
Tidak ada komentar:
Posting Komentar